Sabtu, 05 Desember 2015

PERANAN PENTING TEKNOLOGI INFORMASI DALAM KEGIATAN EKONOMI







JURNAL
PERANAN PENTING TEKNOLOGI INFORMASI DALAM KEGIATAN EKONOMI




Disusun oleh :
Dery Dwi Prahmana
11014961
Manajemen
Dosen :
Endang Budiastuti, S.Kom, M.M


Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cirebon
Jl. Brigjend Darsono No. 33 Cirebon 45153
Telp. (0231) 486475

KATA PENGANTAR


            Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Makalah Tentang Peran Teknologi informasi Dalam Kegiatan Ekonomi. Makalah ini disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat tugas Mata Kuliah Pengantar Teknologi Informasi.
Saya menyadari banyak pihak turut serta membantu dalam proses penulisan makalah ini, untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama dosen  Mata Kuliah Pengantar Teknologi Informasi Ibu Endang Budiastuti, S.Kom, M.M. yang telah memberikan arahan sehingga semakin menambah pengetahuan dan wawasan saya dalam proses penyusunan sebuah makalah, semoga amal baiknya mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT.
Dengan penuh kesadaran saya merasa makalah ini belum sempurna masih banyak kekurangan untuk itu saya sangat berharap adanya masukan saran dan kritik untuk perbaikan lebih lanjut.

Cirebon , Desember 2015

Penyusun

DAFTAR ISI





BAB I

PENDAHULUAN


    1. Latar Belakang


Di zaman sekarang kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara hidup masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Peranan dan keberadaan teknologi informasi dan komunikasi di segala sektor kehidupan tanpa sadar telah membawa dunia ke gerbang globalisasi tanpa batas dan tidak mengenal jarak. Siapapun dapat berkomukasi dan mengakses segala informasi yang di butuhkan dengan cepat dan dimanapun keberadaanya.
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan mengolah, menghasilkan, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data untuk menghasilkan informasi yang berkualitas serta menyebarkannya dalam berbagai bentuk, seperti gambar, teks, suara, dan lainnya. Informasi ini harus akurat, relevan, logis, dan tepat waktu yang berguna untuk kepentingan pribadi, bisnis, dan pemerintahan, serta yang lainnya.
Secara garis besar perkembangan teknologi mempunyai dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia, dan perkembangan teknologi tersebut sangat berhubungan dengan masyarakat, salah satunya teknologi informasi. Teknologi informasi sangat berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat, baik dalam membantu pekerjaan menjadi lebih mudah dan ringan, maupun dalam hal ekonomi, pemerintahan maupun hal lainnya. Teknologi informasi bermanfaat di kalangan masyarakat, seperti dalam bidang transportasi, perdagangan, perbankan, kesehatan, pendidikan, maupun bidang lainnya.
Dari latar belakang di atas bahwa teknologi informasi memiliki banyak manfaat di dalam ekonomi  maka penulis tertarik untuk membuat Makalah tentang peranan teknologi informasi dalam ekonomi.
    1. Rumusan Masalah


  1. Apa pengertian dari Teknologi Informasi ?
  2. Bagaimana Peran Teknologi Informasi dalam Kegiatan Ekonomi ?

    1. Tujuan


Tujuan dari pembuatan Jurnal ini  adalah :
  1. Untuk mengetahaui pengertian dari Teknologi Informasi
  2. Untuk mengetahui Peran Teknologi Informasi dalam Kegiatan Ekonomi

    1. Manfaat


Manfaat dari pembuatan Jurnal adalah :
  1. Dapat mengetahui pengertian Teknologi Informasi
  2. Dapat mengetahui Peran Teknologi Informasi dalam Kegiatan Ekonomi

BAB II

PEMBAHASAN


    1. Pengertian Informasi dan Teknologi Informasi


Informasi adalah benda abstrak yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan positif dan atau sebaliknya. Informasi dapat mempercepat atau memperlambat pengambilan keputusan. Dengan demikian informasi memiliki kekuatan, baik yang membangun maupun yang merusak. Dalam prakteknya, informasi dapat disajikan dalam berbagai bentuk baik lisan (oral), tercetak (printed), audio, maupun audio-visual gerak yang masing-masing memiliki ciri khas, kelebihan dan kekurangan.
Dalam pengertian yang sederhana, menurut J.B. Wahyudi teknologi informasi dapat diartikan sebagai “Teknologi Informatika yang mampu mendukung percepatan dan meningkatkan kualitas informasi, serta percepatan arus informasi ini tidak mungkin lagi dibatasi oleh ruang dan waktu”. Dari pendapat ini terdapat item yang sangat mendasar yaitu percepatan dan peningkatan kualitas informasi yang tidak terbatasi oleh ruang dan waktu, kalimat tersebut lebih mengarah kepada kedudukan teknologi informasi secara fungsional, yakni mempercepat akses informasi dan meningkatkan kualitas informasi.
Everett M. Rogers (1986) dalam Communication Technology menyatakan bahwa teknologi biasanya memiliki dua aspek, yaitu perangkat keras (objek materi dan sifatnya), dan aspek perangkat lunak (dasar informasi untuk menggerakkan perangkat keras itu). Sedangkan batasan mengenai teknologi informasi itu, Rogers menyatakan : “Teknologi informasi adalah perangkat keras bersifat organisatoris, dan meneruskan nilai-nilai sosial dengan siapa individu atau khalayak mengumpulkan, memproses, dan saling mempertukarkan informasi dengan individu atau khalayak lain”.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan secara sederhana bahwa teknologi informasi merupakan seperangkat fasilitas yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak yang dalam prakteknya diarahkan untuk mendukung dan meningkatkan kualitas informasi yang sangat dibutuhkan oleh setiap lapisan masyarakat secara cepat dan berkualitas. Berkat teknologi informasi inilah, informasi yang ada di setiap tempat pada detik yang sama dapat dipantau di tempat lain meskipun tempat itu berada di belahan bumi yang lain, atau bahkan di ruang angkasa sekalipun.
Dengan teknologi yang semakin canggih maka kegiatan ekonomi pun semakin berkembang. Dulu kegiatan ekonomi dilakukan dengan sangat sederhana. Seperti contohnya adanya sistem barter yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Akan tetapi dengan berkembangnya kegiatan ekonomi, tujuan kegiatan ekonomi pun berubah, yang semula dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari, kini kegiatan ekonomi dilakukan untuk memperoleh keuntungan. Perkembangan ekonomi yang semakin maju menjadikan masalah- masalah dalam perekonomian pun menjadi semakin kompleks.
Teknologi informasi yang difungsikan untuk layanan informasi kepada masyarakat memungkinkan terjadinya pertukaran informasi dalam waktu seketika tanpa dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Hal ini tentu akan sangat mendukung suatu disiplin ilmu atau suatu jenis pekerjaan yang memerlukan kecepatan akses informasi seperti jurnalistik atau ekonomi. Jurnalistik merupakan jenis kerja yang mengutamakan aktualitas/kecepatan; sedangkan pada bidang ekonomi/bisnis percepatan informasi akan membawa pengaruh terhadap perolehan profit atau sebaliknya. Sudah terbukti secara nyata bahwa bidang pembangunan, perekonomian, bisnis, dan bidang lainnya tidak akan mengalami kemajuan tanpa diimbangi dengan pencapaian kemajuan di bidang teknologi informasi.

Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi adalah :
  1. Menyadarkan kita akan potensi perkembangan Teknologi Informasi yang terus berubah sehingga termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi ini sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.
  2. Memotivasi kemampuan kita agar bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi Informasi, sehingga bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan sehari hari secara mandiri dan lebih percaya diri.
  3. Mengembangkan kompetensi kita dalam menggunakan Teknologi Informasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari hari.
  4. Mengembangkan kemampuan belajar berbasis Teknologi Informasi, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong kita lebih terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerja sama.
  5. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam penggunaan Teknologi informasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari hari.

2.2. Kegiatan Ekonomi dan Peran Teknologi Informasi dalam Kegiatan Ekonomi


      1. Kegiatan Ekonomi


Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator yang sangat penting untuk mengetahui dan mengevaluasi pembangunan suatu negara khususnya dalam bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi akan menunjukkan sejauh mana kinerja pemerintah pada berbagai sektor ekonomi dalam menghasilkan nilai tambah atau pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu. Pertumbuhan yang positif menunjukkan adanya peningkatan kinerja perekonomian, dan sebaliknya bila negatif berarti menunjukkan adanya penurunan kinerja perekonomian.
Saat ini, pola pertumbuhan ekonomi yang beragam sangat umum ditemukan di berbagai negara. Berbagai macam pendapat telah dikemukakan untuk menganalisa faktor-faktor penyebab perbedaan pertumbuhan ekonomi tersebut. Todaro (2000) menjelaskan tiga komponen utama yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu :
  1. Akumulasi barang modal, meliputi semua bentuk atau jenis investasi baru yang ditanamkan pada tanah, peralatan fisik dan modal manusia.
Akumulasi barang modal menjadi penting dalam perkembangan ekonomi, karena dengan barang modal sebagian produk dari berbagai industri dapat dihasilkan. Barang modal dapat mempertinggi efisiensi pertumbuhan ekonomi. Jumlah barang modal akan menentukan jumlah produk yang akan dihasilkan, semakin bertambah barang modal akan semakin tinggi pula produksi yang dihasilkan dalam perekonomian.

  1. Pertumbuhan penduduk, yang selanjutnya akan menambah jumlah angkatan kerja.
Pertumbuhan penduduk yang bekerja memungkinkan perekonomian suatu negara mengalami peningkatan. Semakin tinggi tingkat angkatan kerja, semakin banyak pula pilihan lapangan kerja yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian suatu negara.

  1. Kemajuan teknologi, dapat terjadi karena ditemukannya cara-cara baru atau perbaikan atas cara-cara lama dalam menangani suatu pekerjaan.
Kemajuan teknologi ditandai dengan adanya investasi dalam teknologi baru yang berpotensi meningkatkan perekonomian suatu negara, karena teknologi baru pasti lebih efisien daripada teknologi lama. Terjadinya revolusi industri pada abad 18 hingga 19 memungkinkan Inggris untuk menghasilkan output yang relatif besar dengan sumber daya yang sedikit, dan menjadi industri ekonomi pertama di dunia. Selain itu, teknologi mampu menciptakan barang modal baru dan menghasilkan barang dengan mutu tinggi yang bernilai ekonomi tinggi.
      1. Peran Teknologi Informasi dalam Kegiatan Ekonomi


Dalam kegiatannya perekonomian membutuhkan dan mempunyai berbagai faktor penunjang seperti sumberdaya manusia (human resources), sumber daya alam (natural resources), sumber daya teknologi (technology resources). Sumber daya teknologi merupakan sumber daya pendukung yang berguna untuk mempermudah dalam berbagai hal. Dalam pelaksanaannya sumber daya teknologi biasa di kenal dengan Teknologi Informasi.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu faktor utama yang membedakan tingkat pertumbuhan ekonomi antar negara adalah perkembangan teknologi. Teknologi yang saat ini sedang berkembang pesat adalah Teknologi Informasi. Teknologi Informasi merupakan teknologi pengolahan dan penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Teknologi Informasi telah menjadi fasilitas utama bagi berbagai kegiatan sektor kehidupan, dimana memberikan andil besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada struktur operasi dan manajemen organisasi, pendidikan, transportasi, kesehatan maupun penelitian.
Saat ini kita hidup di dunia dimana Teknologi Informasi telah mengambil peran utama, Teknologi Informasi membawa perubahan drastis tidak hanya untuk ekonomi tetapi juga untuk seluruh masyarakat. Kita telah bergerak menuju sebuah negara dimana masyarakatnya membutuhkan informasi yang semakin global, negara-negara di seluruh dunia telah mencurahkan sumber daya yang lebih besar untuk pengembangan Teknologi Informasi untuk mendorong munculnya kegiatan perdagangan secara elektronik dan meningkatkan lingkup ekonominya.
Tak dapat dipungkiri bahwa kemajuan Teknologi Informasi adalah salah satu kekuatan pendorong globalisasi dan pesatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Perkembangan satelit, serat optik, teknologi mobile dan internet telah sangat meningkatkan komunikasi global dan memfasilitasi pertukaran informasi antara individu di dunia. Inovasi teknologi di bidang Teknologi Informasi telah mengurangi biaya komunikasi dan memfasilitasi globalisasi pasar.
Untuk menyelidiki faktor-faktor penentu kontribusi Teknologi Informasi terhadap pertumbuhan ekonomi pada suatu negara, penulis mengacu kepada penelitian-penelitian sebelumnya yang telah mengidentifikasikan bahwa tingkat pendidikan, keterbukaan perdagangan serta investasi Teknologi Informasi adalah faktor-faktor utama.
Penelitian-penelitian antar negara yang dilakukan Dewan & Kraemer (1998), Pohjola (2000) dan Schreyer (2000) telah menemukan bahwa investasi Teknologi Informasi terkait dengan peningkatan output yang signifikan bagi negara maju tetapi tidak untuk negara-negara berkembang. Meskipun kurangnya bukti peningkatan output, negara-negara berkembang telah meningkatkan investasi mereka di bidang Teknologi Informasi secara signifikan. Misalnya, Cina memiliki kurang lebih dari 10 juta komputer pada tahun 1998 dan hampir 1 juta pengguna internet. Satu dasawarsa kemudian, Cina adalah pasar terbesar kedua di dunia untuk komputer dengan penjualan sekitar 40 juta pada tahun 2009 dan pengguna internet terbesar dengan lebih dari 400 juta pengguna. Pertumbuhan yang sama pesatnya dapat ditemui juga di India, Amerika Latin, Asia Tenggara yang telah menggunakan Teknologi Informasi di negara-negara berkembang. Mengingat semua investasi ini, ada kebutuhan penelitian untuk mempelajari apakah investasi sudah mulai berkontribusi dalam output yang lebih besar untuk negara-negara berkembang.
Menurut Vu (2001), pesatnya penyerapan Teknologi Informasi telah mengubah dunia menjadi masyarakat yang selalu berkaitan dengan Teknologi Informasi. Hal ini jelas bahwa masyarakat, dunia bisnis maupun pemerintah sekarang memiliki akses yang lebih baik ke informasi dan pengetahuan. Baik dalam hal skala, ruang lingkup, dan kecepatan. Selain itu, kekayaan informasi dan pengetahuan tanpa henti tumbuh secara cepat, hal ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Dengan adanya Tekonologi Informasi misalnya internet, proses perdagangan tidak membutuhkan waktu yang lama atau berjam-jam dan bisa melakukan perdagang dengan waktu yang sangat singkat. Ini juga bisa menghemat waktu. Disisi lain juga mempunyai peranan untuk membantu perusahaan yang mempunyai sistem Teknologi Informasi untuk mendukung bisnisnya. Perusahaan juga bisa mudah untuk mencari informasi dari luar atau perkembangan dunia ekonomi di luar. Peningkatan perusahaan akan bisa berkembang karena bisa mudah untuk menjalankan pekerjaan.
Manfaatnya juga banyak yaitu perusahaan bisa mudah menjalankan kinerjanya sangat membantu menjalankan bisnis perusahaan, bisa memperoleh informasi dari luar, membutuhkan waktu yang sangat singkat untuk proses perdagangan. Dan bila sistim Teknologi Informasi dalam perusahaan sangat mendukung perusahaan akan bisa memperoleh pendapataan yang diinginkan perusahaan. contoh dari penggunaan Teknologi Informasi di dalam ekonomi/ bisnis seperti :
  1. Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. e-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
  2. M-dagang atau M-Commerce (Mobile-Commerce, mCommerce) adalah sistem perdagangan elektronik (e-Commerce) dengan menggunakan peralatan portabel/mobile seperti: telepon genggam, telepon pintar, PDA, notebook, dan lain lain. Pada saat pengguna komputer berpindah dari satu tempat ke tempat lain (sewaktu berada dalam mobil, misalnya), pengguna komputer tersebut dapat melakukan transaksi jual beli produk di Internet dengan menggunakan system m-dagang ini.
Dari beberapa contoh di atas sehingga Teknologi Informasi sangat mendukung dalam bidang ekonomi yaitu membantu menjalakan bisnis karena sangat mudah dan tidak melalui proses yang lama, contoh penggunaan di atas bukan hanya untuk perusahan saja, semua orang bebas menggunakanya untuk berdagang. Sehingga teknologi informasi juga berperan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.
Dalam perkembangannya, Sistem Informasi kini bekerja seperti seorang asisten yang handal. Sistem Informasi membantu hampir seluruh dari kegiatan manusia sehari-hari, termasuk dalam hal melakukan kegiatan ekonomi. Unit-unit usaha kini banyak menggunakan sistem informasi untuk mengembangkan usahanya. Sistem informasi yang awalnya hanya digunakan sebagai media komunikasi untuk mempermudah penyampaian pesan, ternyata sangat menguntuntungkan jika digunakan dalam dunia bisnis.
Dalam dunia bisnis, Sistem Informasi berperan untuk:
    1. Membantu proses dan operasi,
    2. Membantu pengambilan keputusan,
    3. Membantu membentuk strategi untuk mendapatkan keuntungan kompetitif.
Dalam skala ekonomi mikro, pada dasarnya sistem informasi digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan penguasaan pasar. Setiap perusahaan akan meningkatkan kualitas bisnisnya untuk meningkatkan daya saingnya dalam pasar.
Pada skala ekonomi mikro, sistem informasi memberikan keuntungan :
  1. Meningkatkan efisiensi dalam perusahaan. Sistem Informasi akan membantu proses dan operasi sebuah perusahaan. Hal ini akan meningkatkan efisiensi bagi sebuah perusahaan yang mrnggunakannya.
Contohnya adalah mesin kasir. Dengan adanya mesin kasir, perusahaan dapat mempercepat proses transaksi sehingga akan menghemat waktu dan meningkatkan kepuasan konsumen dalam pelayanan.
  1. Mempermudah perusahaan dalam menjangkau pasar yang luas. Jika dahulu untuk memasarkan sebuah produk seorang penjual harus berjalan dari satu tempat ke tempat lain, menawarkan produknya ke setiap orang untuk memberikan informasi tentang produknya, door-to-door untuk mempermudah konsumen dalam mendapatkan produknya, kini hal itu semua dapat dilakukan hanya dari rumah si penjual tersebut.
Dalam skala ekonomi makro, sistem informasi telah mengubah cara sebuah Negara bersaing dalam pembangunan ekonomi. Setidaknya, sistem informasi memberikan keuntungan-keuntungan sebagai berikut :
    1. Membantu sebuah negara memetakan daerah-daerah yang potensial bagi perekonomian, baik yang berada di wilayah negara tersebut, maupun yang berada d luar wilayahnya. Informasi ini sangat penting bagi sebuah negara agar dapat membuat kebijakan yang dapat mendukung pengembangan potensi yang yang terdapat di Negara tersebut, ataupun mengadakan kerjasama yang menguntungkan jika potensi tersebut berada di luar wilayahnya dan dibutuhkan oleh kedua Negara tersebut.
    2. Membantu mengadakan pemerataan. Dengan kecanggihan sistem informasi, sebuah Negara dapat mengetahui daerah mana yang padat penduduk, sehingga akan mengusahakan pemerataan untuk mengalokasikan kelebihan tenaga kerja di suatu daerah ke daerah yang membutuhkan banyak tenaga kerja.
    3. Media control kesejahteraan masyarakat. Dengan sistem informasi, Negara dapat mengetahui daerah-daerah dengan tingkat kesejahteraan di daerah tersebut sehingga pemerintah dapat menentukan besarnya subsidi atau bantuan yang dianggarkan tiap tahunnya.
Sistem informasi dapat memperkuat daya saing sebuah Negara dalam pembangunan ekonomi. Perusahaan-perusahaan dalam negeri yang kuat akan meningkatkan pendapatan nasional sebuah Negara yang nantinya akan dialokasikan untuk menunjang kesejahteraan Negara tersebut.
Peran Teknologi Informasi dalam bidang ekonomi sangat tidak mungkin untuk dihindari. Dalam dunia ekonomi, teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan zaman. Dalam bidang ekonomi, peranan teknologi informasi dan komunikasi sangat diperlukan.

2.3. Perdagangan Bebas dan Peran Penting Teknologi Informasi di Era Pasar Bebas


      1. Perdagangan Bebas


Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya. Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda. Perdagangan Internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi non tarif pada barang impor. Secara teori, semua hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan bebas ini justru sebenarnya menciptakan hambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. Perjanjian-perjanjian tersebut sering dikritik karena melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan besar.
      1. Peran Teknologi Informasi di Era Pasar Bebas


Teknologi informasi sekarang ini berkembang dengan pesat. Pemanfaatan teknologi informasi ini sekarang sudah mencapai berbagai macam bidang kehidupan masyarakat kita. Seseorang yang masih awam akan teknologi informasi akan di cap kuno, oleh karenanya pengenalan akan teknologi sekarang ini sudah tidak hanya oleh kalangan terpelajar saja, tapi anak-anak dan orang tua pun sekarang ini seolah-olah tidak mau ketinggalan terus mempelajari teknologi informasi yang ada.
Teknologi Informasi dibuat untuk memudahkan para penggunanya dalam mencatat suatu transaksi, menyimpannya dalam bentuk data, mentransformasikannya menjadi informasi dan menyebarkannya kepada para pemakai informasi. Dalam dunia bisnis teknologi informasi mempunyai dampak yang besar, misalnya suatu transaksi bisnis yang dicatat secara on-line, akan diolah dan pada saat yang hampir bersamaan (real-time) hasil pengolahan atau informasinya dapat dilihat, seperti yang lazim dilakukan para nasabah bank pada saat melakukan transaksi pada ATM (automated teller machine). Pada saat ini informasi menjadi hal yang sangat penting dalam kegiatan bisnis, dengan dukungan teknologi informasi, informasi semakin mudah diperoleh tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Bahwa menjelang abad ke 21 negara-negara dan perusahaan-perusahaan yang unggul adalah mereka yang sejak awal sudah menerapkan teknologi informasi sebagai alat untuk berkompetisi. Teknologi informasi sudah menjadi senjata (alat) dalam proses bisnis perusahan yang dapat membuat aliran informasi berjalan secara cepat secara internal maupun eskternal.
Teknologi informasi memiliki banyak peranan dalam membantu manusia dan memecahkan masalah. Diantaranya membantu manusia dalam : meningkatkan produktivitas, meningkatkan efektivitas, meningkatkan efisiensi, meningkatkan mutu, meningkatkan kreativitas, Problem solving (pemecahan masalah). Teknologi infrormasi banyak membantu manusia dalam mengenali dan memecahkan masalah. Kegunaan utama teknologi infrormasi adalah membantu dalam pemecahan masalah dengan kreativitas tinggi dan membuat manusia semakin efektif dalam memanfaatkannya. Tanggung jawab pemakai teknologi informasi akan memberikan peran yang penting dalam memaksimalkan kinerja teknologi informasi, Peran Teknologi Informasi dalam bidang ekonomi sangat tidak mungkin untuk dihindari. Dalam dunia ekonomi, teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan zaman. Dalam bidang ekonomi,peranan Teknologi informasi sangat diperlukan.
Dengan adanya internet, segala jenis transaksi perdagangan maupun bisnis dapat dilakukan tanpa perlu beranjak dari meja kerja kita, dan tanpa perlu antri berjam-jam di loket-loket pelayanan, serta tanpa dibatasi oleh waktu.
Kemajuan perkembangan Teknlogi Informasi lainnya adalah adanya kemudahan dalam melakukan transaksi pembelian barang secara online melalui: internet (e-buy), perdagangan barang secara elektronik (e-commerce), tanpa kita harus ke tempat tujuan.
Keunggulan teknologi informasi dan komunikasi juga dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis untuk mendukung bisnis mereka. Misal-nya: perdagangan saham secara online (bursa efek), dan lain sebagainya.
Perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain, pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seper-empat trilyun dolar US pada tahun 2011. Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay, Yahoo, Amazon.com, Google, dan Paypal.
Contoh penerapan Teknologi Informasi dalam bidang ekonomi :
  1. E-banking ( Elektronik Banking)
Misalnya :
  1. Automated Teller Machine (ATM)
  2. Mobile Banking (m-banking)
  3. Internet Banking (i-banking)
  4. SMS Banking
  1. E-Commerce / Perdagangan Elektronik (e-dagang)
  2. M-dagang atau M-Commerce (Mobile-Commerce, mCommerce)
  3. L-dagang atau L-Commerce (Location based-Commerce)

2.4. Masalah Sosial Yang Muncul Akibat Pemanfaatan Teknologi Informasi


Pemanfaatan teknologi yang digunakan dalam pasar kerja (Contoh Pasar Kerja di Indonesia) menyebabkan beberapa masalah yang muncul di lingkungan masyarakat. di mulai dari kurangnya sosialisasi terhadap teknologi yang digunakan hingga kebutaan tenaga kerja itu sendiri dengan adanya teknologi tersebut. Beberapa masalah social tersebut yaitu :
  1. Ketergantungan
Media komputer memiliki kualitas atraktif yang dapat merespon segala stimulus yang diberikan oleh penggunanya. Terlalu atraktifnya, membuat penggunanya seakan-akan menemukan dunianya sendiri yang membuatnya terasa nyaman dan tidak mau melepaskannya. kita bisa menggunakan komputer sebagai pelepas stress dengan bermain games yang ada.
  1. Terbukanya Pasar Bebas
Hal ini memungkinkan produk luar negeri masuk dengan mudahnya. Dengan banyaknya produk luar negeri dan ditambahnya harga yang relative lebih murah dapat mengurangi rasa kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukkan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia dan penipuan serta pembobolan keuangan melalui media elektronis juga akibat dari kegiatan ekonomi yang semakin mudah.
  1. Depresiasi Rupiah sebagai akibat dari gejolak pasar uang yang bersifat eksternal telah menciptakan suatu kondisi stagflasi dan instabilitas pada perekonomian Indonesia.
  2. Depresiasi nilai tukar rupiah yang sangat tajam berdampak pada turunnya tingkat kepercayaan pada mata uang rupiah.
  3. Penerapan tingkat suku bunga tinggi yang diharapkan dapat mengembalikan stabilitas nilai mata uang rupiah telah membuat turunnya kinerja dan bahkan tingkat likuiditas perbankan nasional sebagai akibat dari lemahnya sistem perbankan.
  4. Hal ini membuat “matinya” pergerakan sektor riil sebagai akibat dari menurunnya kegiatan dunia usaha serta investasi secara drastis.
  5. Krisis pada sektor riil telah menciptakan kepanikan pada tatanan masyarakat secara keseluruhan yang belum ditunjang oleh taraf pendidikan yang memadai, serta penguasaan akan akses jalur informasi membuat terciptanya krisis sosial.
  6. Krisis sosial telah mengakibatkan meningkatnya kriminalitas dan kerusuhan sosial.
  7. Dampak dari krisis sosial ini pada akhirnya juga telah mengakibatkan krisis kepercayaan pada pemerintahan yang ada.
  8. Krisis kepercayaan menimbulkan gejala disintegrasi di berbagai wilayah.
  9. Berbagai kerusuhan sebagai akibat dari krisis sosial telah membuat turunnya tingkat kepercayaan dari para investor, khususnya investor asing yang mengakibatkan larinya modal usaha secara besar-besaran dari dalam negeri.

2.5. Dampak Teknologi Informasi Terhadap Kegiatan Ekonomi


Dalam perekonomian suatu negara, teknologi informasi mulai dianggap memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara karena perkembangan teknologi informasi, perekonomian negara mulai menunjukkan perubahan yang signifikan. Banyak hal yang dirasakan berbeda dan berubah dibandingkan dengan pertumbuhan sebelumnya.
Bila jarak dan waktu tidak menjadi masalah, yang berarti untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, berbagai aplikasi yang dibuat untuk memfasilitasi ini. Perekonomian suatu negara dapat dilihat dari perkembangan teknologi informasi dan komunikai di negara ini. Semakin tinggi perkembangan teknologi informasi, semakin tinggi pertumbuhan ekonomi negara. Namun, perkembangan teknologi informasi juga memiliki sisi negatif, di mana banyak penyalahgunaan teknologi dalam melakukan kejahatan.
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan ilmu kemajuanm. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru untuk aktivitas manusia.
Khusus dalam bidang teknologi orang telah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir. Namun, meskipun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga memungkinkan penggunaan istilah negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia.

2.5.1. Dampak Positif Teknologi Informasi Tehadap Kegiatan Ekonomi


Teknologi yang berkembang pesat, baik teknologi informasi, komunikasi, maupun transportasi. Sehingga orang dapat berhubungan melewati batas-batas negara. Lebih lanjut dampak positif teknologi informasi dan komunikasi di bidang ekonomi adalah :
  1. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.
  2. Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan.
  3. Kemajauan ekonomi dalam bidang kedokteran mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi.
  4. Semakin maraknya penggunaan Teknologi Informasi akan semakin membuka lapangan pekerjaan.
  5. Dengan fasilitas pemasangan iklan di internet pada situs-situs tertentu akan mempermudah kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk.
  6. Perusahaan dapat menjangkau pasar lebih luas, karena pembeli yang mengakses internet tidak dibatasi tempat dan waktu.
  7. Perusahaan tidak perlu membuka cabang distribusi.
  8. Pengeluaran lebih sedikit, karena pegawai tidak banyak.
  9. Harga barang lebih murah, karena biaya operasionalnya murah.
  10. Bisnis yang berbasis Teknologi Infformasi atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah transaksi-transaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan.

2.5.2. Dampak Negatif Teknologi Informasi Terhadap Kegiatan Ekonomi


Beberapa dampak negatif dari Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang ekonomi, antara lain :
  1. Dengan mudahnya melakukan transaksi di internet menyebabkan akan semakin memudahkan pula transaksi yang dilarang seperti transaksi barang selundupan atau transaksi narkoba.
  2. Hal yang sering terjadi adalah pembobolan rekening suatu lembaga atau perorangan yang mengakibatkan kerugian financial yang besar.
  3. Dengan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan banyaknya terjadi kasus penipuan dalam perdagangan online.
  4. Carding. Karena sifatnya yang langsung (real time), cara belanja dengan menggunakn kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internetpun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan kartu kredit) online dan mencatat kode kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka daptkan untuk melakukan kejahatan.
  5. Cybercrime : Cybercrime adalah kejahatan yang di lakukan seseorang dengan sarana internet di dunia maya.
  6. Hacking : Usaha memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengeksplorasi atupun mencari kelemahan system jaringan. Seperti hacking pada facebook yang sering terjadi sebagai sarana untuk jual beli online sehingga menimbulkan kerugian bagi penjual ataupun pembeli.
  7. Cracking : Usaha memasuki secara illegal sebuah jaringan dengan maksud mencuri, mengubah atau menghancurkan file yang di simpan pada jaringan tersebut. Dalam dunia bisnis online hal ini menimbulkan kerugian yang besar.
  8. Saling menghujat di media sosial karena pengambilan foto-foto testimony ataupun foto-foto produk yang dijual tanpa izin.



BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan


Teknologi Informasi dan ekonomi terus berkembang, bahkan dewasa ini berlangsung dengan pesat. Perkembangan itu bukan hanya dalam hitungan tahun, bulan, atau hari, melainkan jam, bahkan menit atau detik, terutama berkaitan dengan Teknologi informasi yang ditunjang dengan teknologi elektronika. Pengaruhnya meluas ke berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang ekonomi. Pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat ini memberikan dampak positif dan dampak negatif. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak positif dengan semakin terbuka dan tersebarnya informasi dan pengetahuan dari dan ke seluruh dunia menembus batas ruang dan waktu. Dampak negatifnya yaitu terjadinya perubahan nilai, norma, aturan, atau moral kehidupan yang bertentangan dengan nilai, norma, aturan, dan moral kehidupan yang dianut masyarakat. Menyikapi keadaan ini, maka peran ekonomi sangat penting untuk mengembangkan dampak positif dan memperbaiki dampak negatifnya. ekonomi tidak antipati atau alergi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun sebaliknya ekonomi menjadi subyek atau pelopor dalam pengembangannya.
Seperti yang kita ketahui era globalisasi itu ditandai dengan adanya perdagangan bebas dimana produk dari suatu negara dengan bebas dapat masuk dan di perjualbelikan di negara lain. Kenyataan itu tentu menimbulkan tantangan bagi semua negara untuk mampu bersaing dalam meningkatkan kualitas produk industrinya, bangsa Indonesia juga tidak terlepas dari tantangan itu. Untuk mampu bersaing dengan negara lain. Tapi sayang sekali hal ini tidak didukung oleh sebagian masyarakat Indonesia, karena pada dasarnya mereka lebih tertarik terhadap produk impor yang menurut mereka berkualitas dan tentu saja mempunyai nilai prestise. Dari hal ini juga bisa kita lihat betapa minimnya identitas perekonomian mengenai perdagangan.

3.2. Saran


  1. Sebagai manusia yang selalu membutuhkan informasi, kita harus pandai-pandai memanfaatkan internet/teknologi informasi untuk mengetahui informasi-informasi di berbagai belahan dunia.
  2. Bagi setiap oang yang ingin menggunakan atau berhubungan dengan teknologi informasi, agar bertindaklah sesuai dengan kode etik yang berlaku, jangan bertindak tidak tanggung jawab dan dan harus professional.

1 komentar:

  1. Slots, Blackjack, Slots, Poker, Poker, Bingo and Casino - JtmHub
    Welcome to our newly launched website - 양산 출장샵 Slots, Blackjack, 춘천 출장샵 Slots, Poker, Bingo and Casino - our newest addition to 고양 출장마사지 the 진주 출장마사지 list of 김제 출장안마 casinos.

    BalasHapus